Veronica Colondam – Pendiri dan Ketua Umum YCAB
Veronica Colondam mendirikan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) sebagai yayasan sosial yang mandiri dan tidak mencari keuntungan pada tahun 1999, atas keprihatinannya yang mendalam pada meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan kawula muda Indonesia. Dengan tujuan menyelamatkan hidup dan pemikiran kaum muda Indonesia, YCAB mengenalkan pendidikan, peringatan, dan pencegahan primer dari penyalahgunaan narkotika.
Veronica menjadi pentolan pembentukan YADA Club (Youth Against Drug Abuse) pada tahun 2000, dan setelah 7 tahun YADA Club telah berhasil meluluskan lebih dari 25.000 anggota. Di bawah kepemimpinannya, YCAB telah mendidik lebih dari setengah juta kaum muda di seluruh Nusantara.
YCAB di bawah Veronica juga berupaya maksimal dalam menggerakan media massa membentuk opini publik tentang penyalahgunaan narkoba dan memengaruhi pemerintah, melalui organ Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk segera membuat kebijakan pencegahan primer terhadap narkoba. Atas berbagai perjuangannya itu, Veronica menerima National Gold Award dari Presiden Indonesia pada 2003.
Ia melanjutkan karyanya dengan menjadi salah satu pengarang buku Enhancing Life Skills on Drug Abuse Prevention yang diterbitkan oleh Colombo Plan, program penyuluhan narkoba di tahun 2004. Di tahun 2007, Veronica meluncurkan buku barunya, Raising Drug Free Children, sebuah buku yang dipersembahkan kepada orangtua dan para pendidik dalam upaya membesarkan anak bebas narkoba.
Veronica kemudian ditugaskan the United Nations Office of Drugs and Crime (UNODC) untuk menjabat sebagai koordinator Regional dari the Global Youth Network (GYN)untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik pada tahun 2004. Veronica mengambil jurusan Komunikasi Massal dan Hubungan Masyarakat untuk gelar sarjananya dan mendapatkan gelar MSc. di program studi Kebijakan dan Intervensi Narkoba dari Imperial College London, dan The London School of Hygiene and Tropical Medicine. Pada tahun 2001, di usianya yang ke-29 ia adalah sosok termuda yang pernah menerima penghargaan the United Nations’ Vienna Civil Society Award.